Resiko dan Tingkat Pengembalian

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Dalam setiap kegiatan bisnis menharapkan adanya return atau pengembalian atas modal yang sudah diinvestasikan. Namun demikian, harapan tersebut tidak selalu sesuai dengan realitasnya, itulah yang disebut dengan risiko. Risiko bisnis terjadi, karena adanya ketidak pastian dalam bisnis, tidak ada seorangpun yang bisa memastikan bahwa investasi itu akan mendatangkan tingkat pengembalian yang sesuai dengan harapan investor. Investasi dengan risiko tinggi mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi pula, karena untuk mengcover risiko tesebut. Oleh karena itu, terjadi trade off antara risiko dan tingkat pengembalian.

Investasi pada saham lebih berisiko daripada investasi pada obligasi, karena investasi pada saham menghadapi ketidak pastian yang tinggi atas dividen yang diharapkan akan diterima oleh pemegang saham. Sedangkan investasi pada obligasi lebih pasti, karena tingkat bunga atas obligasi sudah pasti akan diterima oleh pemegang obligasi setiap periodenya, dengan jumlah yang tetap, yaitu sesuai dengan tarif bunga kupon dari obligasi tersebut. Dengan demikian, maka tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi pada saham lebih tinggi daripada tingkat pengembalian investasi pada obligasi. (Dr. Bambang Sudiyatno)